Tanya Jawab
Ada yang bisa kami bantu?
Jawabannya kami tulis sendiri, dari yang paling sering ditanyakan. Tulis pertanyaanmu, atau telusuri topik di bawahnya.
Dasar Wakaf Uang
Kamu mewakafkan sejumlah uang, dan pokoknya tidak dibelanjakan. Uangnya diterima bank syariah penerima wakaf uang, lalu dikembangkan di aset produktif syariah. Yang mengalir ke program adalah manfaatnya, jadi satu wakaf bisa terus memberi. Bedanya dengan sedekah: sedekah habis sekali pakai, wakaf tidak.
Niatnya boleh kamu tujukan untuk siapa pun, termasuk orang tua yang sudah wafat, dan itu urusan hatimu. Yang tercatat di sertifikat tetap nama yang terdaftar, karena dokumennya harus cocok dengan identitas pewakafnya. Kalau kamu ingin pengaturan khusus, sapa kami dulu.
Pokokmu tidak dipakai. Ia dikembangkan di aset produktif syariah dan dijaga di sana. Yang mengalir ke program adalah manfaatnya, bukan pokoknya.
Karena kamu berwakaf ke kumpulan wakaf, bukan ke satu program. Nazhir yang menentukan ke mana wakafnya dikembangkan dan ke mana manfaatnya disalurkan, dan setiap keputusan itu dicatat supaya bisa kamu periksa. Kamu tetap bisa melihat program mana saja yang menerima manfaat dari wakaf.
Wakaf Abadi: pokokmu dijaga selamanya dan manfaatnya terus mengalir. Wakaf Berjangka: pokokmu kembali ke rekeningmu di akhir masa yang kamu pilih, 1 sampai 5 tahun, dan selama masa itu manfaatnya mengalir ke program.
Tidak. Wakaf Kilat cukup dengan QRIS, tanpa akun: nominalnya kamu tulis sendiri di aplikasi bank atau e-walletmu, jadi tidak ada yang menahan di depan. Kiriman yang lewat batas Wakaf Kilat kami tinjau setelah pembayaran. Tanpa akun, Sertifikat Wakaf Uang belum bisa terbit dan wakafnya tidak bisa disambungkan ke akun setelahnya.
Daftar pakai email kantor dan pilih Institusi. Domain email itu jadi identitas institusimu, dan rekan sekantormu bergabung lewat undangan ke alamat di domain yang sama. Setelah NIB dan NPWP badan kami tinjau, wakaf bisa dilakukan atas nama institusi, dengan Sertifikat Wakaf Uang atas nama badanmu dan Laporan Institusi per periode.
Tidak, dan memang begitu seharusnya. Yang kamu wakafkan dikembangkan di aset syariah, lalu manfaatnya disalurkan ke program, bukan kembali ke kamu. Ini wakaf, bukan simpanan berbunga. Yang kamu terima adalah catatan lengkap ke mana manfaat itu pergi.
Tidak. Jejak Wakaf hanya menerima wakaf uang, dan wakaf bukan zakat. Keduanya berbeda niat dan berbeda aturannya, jadi berwakaf di sini tidak menggantikan kewajiban zakatmu.
Bisa, lewat undangan ke email kantor di domain yang sama. Institusinya diverifikasi sekali dan itu sudah cukup: yang memakai akunnya tidak diminta verifikasi pribadi. Setiap tindakan tercatat atas nama orang yang melakukannya, dan Pemilik atau Admin bisa mengundang atau mencabut akses kapan saja tanpa menghapus riwayatnya.
Keamanan dan Izin
Ya. Akadnya wakaf uang, dan pokokmu hanya dikembangkan di aset syariah seperti sukuk dan deposito syariah, bukan instrumen berbunga. Nazhirnya diawasi Badan Wakaf Indonesia, dan setiap langkah pengembangannya dicatat supaya bisa diperiksa.
Yayasan Menara Syariah, nazhir yang terdaftar di Badan Wakaf Indonesia. Uangnya sendiri tidak kami pegang: setoranmu diterima bank syariah penerima wakaf uang, dan asetnya dijaga kustodi. Tugas kami mengelola pengembangannya, mencatatnya, dan melaporkannya.
Ya. Nazhirnya terdaftar dan diawasi Badan Wakaf Indonesia, dan menyusun laporan kinerja untuk BWI setiap enam bulan. Sertifikat wakaf uangmu juga disahkan BWI.
Manfaat tiap periode bisa naik turun, dan itu dilaporkan apa adanya, bukan dijanjikan tetap. Pokokmu dikembangkan di aset syariah yang dipilih untuk menjaga nilainya, bukan mengejar untung besar. Kalau satu periode manfaatnya kecil, yang disalurkan ikut kecil, dan angkanya tetap bisa kamu periksa.
Uangmu tidak ada di rekening kami, jadi tidak ikut berhenti bersama kami. Setoranmu dipegang bank syariah penerima wakaf uang dan asetnya dijaga kustodi, dua lembaga terpisah yang diawasi sendiri. Wakaf yang sudah tercatat tetap wakaf, dan Badan Wakaf Indonesia yang mengawasi kelanjutan pengelolaannya.
Pengembangan Pokok
Begitu dana yang terkumpul sudah cukup dan ada aset yang siap, pokokmu mulai dikembangkan. Urutannya berdasarkan siapa yang berwakaf lebih dulu, dan sampai gilirannya tiba pokokmu aman dan sudah tercatat.
Di aset produktif syariah: sukuk, deposito syariah, saham syariah, atau usaha langsung yang sudah ditinjau. Kamu bisa melihat aset mana yang menerima pokokmu di jejak wakaf, lengkap dengan tanggalnya.
Setoranmu diterima dan disimpan oleh bank syariah yang ditunjuk menerima wakaf uang, dan asetnya dijaga oleh kustodi. Uangnya tidak pernah masuk ke rekening Jejak Wakaf sendiri.
Karena satu wakaf boleh terbagi ke beberapa aset dan beberapa jadwal. Yang sudah masuk aset mulai menghasilkan manfaat, sisanya menunggu giliran di jadwal berikutnya. Keduanya tetap tercatat utuh atas namamu, jadi tidak ada yang tertinggal.
Manfaat Wakaf
Manfaat dihasilkan dan dilaporkan setiap bulan, lalu disalurkan setiap tiga bulan. Angka yang kamu lihat berasal dari wakaf sendiri, dihitung sesuai berapa lama dan berapa besar pokokmu ada di sana.
Manfaat disalurkan tiap tiga bulan, dan yang belum disalurkan tidak hilang: ia menunggu dan disalurkan lebih dulu dari manfaat yang lebih baru. Statusnya selalu tertulis di halaman wakaf.
Warga yang dibantu lewat program yang dijalankan yayasan mitra. Programnya diusulkan mitra, dinilai dan disetujui yayasan, lalu setiap rupiah yang cair dilaporkan dengan buktinya. Kamu bisa melihat program mana saja yang menerima manfaat dari wakaf.
Semuanya bisa kamu buka di daftar program, lengkap dengan lokasi dan kemajuannya. Yang muncul di jejak wakaf adalah program yang benar-benar menerima manfaat dari wakaf.
Setiap tahapan dilaporkan begitu selesai, lengkap dengan buktinya, dan itu yang membuat tahapan berikutnya bisa dijalankan. Kamu bisa mengikutinya dari halaman programnya.
Dari manfaat yang dihasilkan, 5 persen untuk biaya layanan Jejak Wakaf dan 5 persen untuk imbalan nazhir. Sisanya dibagi dua: 90 persen untuk program dan 10 persen disisihkan sebagai cadangan pemeliharaan. Pokokmu tidak pernah dipotong. Rinciannya dalam rupiah ada di halaman Manfaat, dan di setiap program lewat Rincian Dana.
Punya wakaf sendiri. Yang kamu lihat dihitung dari aset yang benar-benar didanai wakaf, bukan rata-rata semua orang. Karena itu angkanya bisa berbeda dari wakif lain yang berwakaf di bulan berbeda.
Tidak. Periode yang sudah selesai memakai angka yang berlaku saat itu dan tidak dihitung ulang. Perubahan hanya berlaku ke depan, punya tanggal mulainya sendiri, dan tercatat sehingga bisa kamu bandingkan.
Dokumen dan Bukti
Wakaf dengan akun mulai Rp 1 juta menerbitkan satu Sertifikat Wakaf Uang berstempel BWI atas namamu, dan dokumennya ada di bawah wakafnya masing-masing di Semua wakafku. Di bawah nominal itu belum ada sertifikat, dan Wakaf Kilat tidak punya dokumen yang bisa diunduh karena tanpa akun tidak ada tempat menyimpannya. Wakafnya tetap tercatat dan bisa diperiksa siapa pun di halaman pemeriksaan publik.
Bisa. Setiap pengeluaran dicatat bersama nota atau kuitansinya dan ditampilkan di halaman program, jadi kamu tidak perlu percaya pada angka ringkasan saja.
Tidak apa-apa, dokumenmu tidak pernah benar-benar hilang. Semuanya tersimpan di Semua wakafku dan bisa kamu unduh lagi kapan saja, dengan nomor seri yang sama seperti sebelumnya.
Setiap dokumen membawa kode dan QR di halamannya. Pindai kodenya dan catatan aslinya terbuka, tanpa perlu masuk ke akun, jadi siapa pun yang kamu tunjukkan bisa ikut memeriksanya.
Setiap catatan punya kode, dan kode itu tercetak sebagai QR di setiap dokumenmu. Pindai QR-nya atau buka tautan "Periksa keasliannya" di dokumen, dan catatannya terbuka di halaman pemeriksaan publik, tanpa perlu masuk.
Untuk wakaf institusi, Sertifikat Wakaf Uang terbit atas nama badanmu dan Laporan Institusi per periode bisa diunduh dari Institusiku. Untuk perorangan, Sertifikat Wakaf Uang sudah cukup sebagai catatan, dan ada di Wakafku.
Sertifikatnya tetap milikmu dan tetap bisa diperiksa, hanya statusnya berubah menjadi selesai dan dokumennya bertanda demikian saat diunduh ulang. Riwayatnya tidak dihapus, jadi kamu tetap bisa menunjukkan bahwa wakaf itu pernah berjalan dan sudah tuntas.
Pembayaran
Minimal Rp 10.000 sekali wakaf, dan di atas itu berapa pun boleh. Lewat Wakaf Kilat tanpa akun, kiriman di atas Rp 5.000.000 kami tinjau setelah pembayaran dan kelebihannya kami kembalikan ke rekening asal. Untuk nominal besar kami minta verifikasi identitas dulu.
Setelah pembayaranmu masuk, wakafnya tercatat dan tidak bisa ditarik lagi. Itu sifat wakaf: pokoknya dilepas untuk dikelola. Wakaf Berjangka pun kembali saat jatuh tempo, bukan kapan saja diminta. Kalau ada kekeliruan, misalnya nominal terkirim dua kali, sapa kami dan akan kami periksa.
QRIS, transfer virtual account, e-wallet, dan gerai retail. Institusi dengan nominal besar juga bisa transfer ke rekening wakaf. Kartu kredit tidak kami terima, termasuk untuk wakaf rutin.
Untuk institusi dengan nominal besar: pilih Transfer ke rekening wakaf, transfer tepat sejumlah wakafnya dari rekening institusimu dengan kode berita di kolom berita, lalu unggah buktinya di halaman wakaf. Tim kami mencocokkannya dengan mutasi bank dalam 1 sampai 2 hari kerja. Kalau batasnya lewat padahal dananya terkirim, sapa kami dan sebutkan kode beritanya, dananya kami kembalikan.
Konfirmasi dari bank atau e-wallet kadang butuh beberapa menit, jadi tunggu sebentar lalu buka lagi halaman Wakafku. Kalau lewat satu jam dananya sudah terpotong tapi belum tercatat, sapa kami dengan bukti transfermu dan kami telusuri.
Belum bisa, dan itu memang pilihan kami. Wakaf sebaiknya berasal dari dana yang sudah kamu miliki, bukan dari utang. Kamu bisa memakai QRIS, transfer bank, atau e-wallet.
Tidak apa-apa, uangmu tidak ke mana-mana kalau pembayarannya gagal. Ulangi saja dari halaman Wakaf Sekarang dan kode barunya akan terbit. Kalau dananya terlanjur terpotong tapi wakafnya gagal, sapa kami dan kami periksa lalu kembalikan.
Bisa. Atur di Akun lalu Wakaf Rutin, pakai metode pembayaran yang sudah kamu tautkan. Kamu bisa berhenti kapan saja, dan setiap tagihan tetap punya bukti sendiri.
Biasanya saldo atau kartunya yang belum siap saat jadwalnya tiba. Kami coba lagi beberapa kali, dan kalau tetap gagal kami kabari supaya kamu bisa memperbaikinya sekali tekan. Kalau berkali-kali gagal, jadwalnya kami hentikan dan kami beri tahu, tidak dibiarkan menggantung.
Masuk ke Akun
Cek dulu WhatsApp atau email yang kamu tulis, termasuk folder spam dan promosi. Kode berlaku sebentar dan hanya yang terbaru yang berlaku, jadi minta kirim ulang setelah hitungannya habis. Kalau tetap tidak sampai, sapa kami dan kami bantu langsung.
Coba masuk dengan nomor WhatsApp lebih dulu, lalu emailmu. Salah satunya akan mengenali kamu. Kalau keduanya tidak dikenali, sapa kami dengan nama lengkap dan tanggal wakaf terakhirmu, biar kami carikan.
Buka Akun lalu Profil, ubah datanya di sana, dan kami kirim kode ke tujuan yang baru untuk memastikan itu benar milikmu. Kalau nomor lamamu sudah tidak aktif dan kamu tidak bisa masuk sama sekali, sapa kami.
Tidak ada kata sandi di sini, jadi tidak ada yang bisa lupa. Kamu masuk dengan nomor atau email, lalu memasukkan kode sekali pakai yang kami kirim ke sana. Kalau kodenya tidak datang, itu yang perlu kita perbaiki.
Akun dan Identitas
Verifikasi diminta sesuai besar wakaf dan jenis wakafnya: makin besar, makin lengkap yang kami minta. Wakaf Berjangka selalu perlu verifikasi penuh karena pokoknya kembali ke kamu, jadi rekening penerimanya harus cocok dengan namamu.
Bisa, tapi catatan wakafnya tetap ada. Wakaf yang sudah tercatat adalah dokumen sah dan tidak dihapus, sama seperti sertifikat yang tidak bisa ditarik kembali. Data pribadimu sendiri bisa kami hapus dari yang tidak wajib disimpan; sapa kami untuk mengurusnya.
Dokumen identitasmu dipakai hanya untuk verifikasi wakaf dan disimpan terbatas, tidak pernah kami jual atau bagikan untuk iklan. Namamu di halaman publik bisa kamu sembunyikan kapan saja lewat pengaturan anonim di Akun.
Kabar bulanan dan pemberitahuan penting dikirim ke WhatsApp atau email yang kamu daftarkan. Kalau tidak ingin menerimanya lagi, berhenti lewat tautan di bawah setiap kabar. Bukti dan status wakaf tetap kami kirim.
Bisa. Sapa kami lewat WhatsApp atau email, dan kami balas sendiri. Sebutkan nama lengkapmu dan tanggal wakafnya kalau soalnya tentang wakaf tertentu, biar kami bisa langsung memeriksanya.
Kode Sahabat adalah tautanmu sendiri untuk mengajak orang lain ikut berwakaf, tanpa komisi dan tanpa imbalan uang. Kamu bisa melihat berapa orang yang masuk lewat tautanmu, tanpa melihat nominal wakaf mereka; Wakaf Kilat tanpa akun tidak ikut terhitung. Kodenya bisa kamu ganti lewat tombol Ubah di layar Sahabat. Kode lama langsung berhenti berfungsi, tapi yang sudah ikut tetap tercatat.
Untuk wakaf kecil, tidak perlu. Mulai nominal besar kami minta KTP, dan untuk yang lebih besar lagi ada tambahannya. Wakaf Berjangka selalu perlu verifikasi penuh, berapa pun nominalnya, karena pokoknya kembali ke kamu.
Di halaman publik namamu tidak pernah tampil utuh, dan kamu bisa menyembunyikannya sepenuhnya lewat pengaturan anonim di Akun. Yang berwakaf tanpa akun tampil sebagai Hamba Allah atau nama yang disamarkan. Nominal wakaf tidak pernah ditampilkan ke orang lain.
Ada. Sekali setahun kami kirim ringkasan wakaf dan manfaat yang sudah mengalir sepanjang tahun itu. Kalau tidak ingin menerimanya, berhenti lewat tautan di bawah kabar mana pun.
Wakaf Berjangka
Untuk Wakaf Abadi, tidak. Pokok wakaf abadi terus dijaga dan tidak ditarik kembali. Untuk Wakaf Berjangka, pokokmu kembali ke rekeningmu di akhir masa yang kamu pilih.
60 hari sebelumnya kami kirim kabar dan menanyakan pilihanmu: pokok kembali, masa diperpanjang, atau dijadikan Wakaf Abadi. Tanpa jawaban, pokoknya kembali ke rekeningmu. Kami tidak pernah memperpanjang sendiri.
Bisa, dan pokokmu tidak perlu berpindah ke mana pun. Kamu tinggal menyatakannya sebelum jatuh tempo, lalu wakafnya berlanjut sebagai Abadi dengan catatan yang sama seperti sekarang.
Bisa, tapi hanya kalau kamu sendiri yang meminta. Wakaf Berjangka tidak pernah diperpanjang diam-diam: kami memberi kabar jauh sebelum jatuh tempo, dan masa baru yang kamu pilih dicatat sebagai kelanjutan dari yang lama.
Pilihannya 1 sampai 5 tahun, dalam tahun penuh. Kamu yang memilih masanya saat berwakaf, dan tanggal itu tercatat sejak awal. Sampai masa itu selesai, pokokmu tetap dikembangkan dan tidak bisa ditarik lebih cepat.
Pokokmu tetap utuh dan disimpan terpisah, tidak ikut dikembangkan lagi, sampai kamu memberi rekening yang benar. Kami akan menghubungimu untuk memperbaikinya.
Lewat halaman Rekening di Akun. Rekening pengembalian harus atas namamu sendiri, sama dengan nama di identitas yang sudah terverifikasi, dan kami periksa dulu sebelum dipakai.
Karena pokoknya akan kembali ke kamu, dan kami ingin tempat kembalinya sudah jelas sejak awal. Rekeningnya harus atas namamu sendiri dan cocok dengan identitas yang kamu verifikasi. Begitu jatuh tempo tiba, pokokmu bisa langsung dikirim tanpa menunggu apa-apa lagi.